Thursday, January 16, 2020

Membuat Kabel LAN Straight dan CrossOver

Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Kabel straight ini berfungsi sebagai penghubung antara 2 device yang berbeda. Contoh penggunaan kabel straight sebagai berikut :
  • Menghubungkan antara switch dengan router
  • Menghubungkan antara hub dengan router
  • Menghubungkan switch dengan PC/Server
  • Menghungkan hub dengan PC/Server
  • Menghubungkan komputer dengan LAN pada modem kabel/DSL
  • Menghubungkan router dengan LAN pada modem kabel/DSL
  • dll
Sedangkan Kabel CrossOver merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung lainnya. Fungsi dari Kabel cross ini adalah untuk menghubungkan 2 device yang sama. Contoh penggunaan kabel crossover sebagai berikut :
  • Menghubungkan antara switch dengan switch
  • Menghubungkan antara PC/Server dengan PC/Server
  • Menghubungkan antara hub dengan Switch 
  • Menghubungkan antara switch dengan Hub
  • Menghubungkan anrara router dengan router
  • dll
Walaupun jenis kombinasi kabelnya berbeda tapi menggunakan kabel yang sama yaitu kabel UTP. Kabel UTP adalah singkatan dari UTP yaitu Unshielded Twisted Pair. Kabel UTP terbuat dari bahan pengantar tembaga, mempunyai isolasi dari plastik dan terbungkus dari bahan isolasi yang dapat melindungi dari api dan juga kerusakan fisik. Kabel UTP terdiri dari 4 pasang inti kabel yang saling bergabung dimana masing – masing pasang mempunyai kode dengan warna yang berbeda.

contoh kebel UTP

Urutan warna kabel straight itu sama  di setiap kedua ujung kabel itu memiliki warna yang sama baik itu ujung a atau ujung b, yaitu :

1. Putih orange
2. Orange
3. Putih hijau 
4. Biru
5. Putih biru
6. Hijau
7. Putih coklat
8. coklat

Urutan warna kabel cross
Ujung pertama pada kabel cross memiliki warna yang sama dengan urutan kabel straight.

Ujung A pada  kabel Straight, yaitu :

1. Putih orange
2. Orange
3. Putih hijau 
4. Biru
5. Putih biru
6. Hijau
7. Putih coklat
8. coklat

Ujung B pada kabel cross

1. Putih hijau 
2. Hijau
3. Putih orange
4. Biru
5. Putih Biru
6. Orange
7. Putih coklat
8. Coklat

Langkah-langkah membuat kabel Straight dan CrossOver

Untuk menghubungkan sebuah jaringan komputer pasti membutuhkan kabel. Terdapat 2 jenis kabel yang sering digunakan yakni kabel straight dan cross. Perbedaan dari kedua kabel ini hanya berada pada susunan warnya. Berikut ini langkah-langkah membuat kabel straight dan crossover :

Peralatan yang dibutuhkan 
  • Tang Krimping
  • Konektero RJ45 
  • LAN Tester
  • Kabel UTP
Langkah 1 : Kupas UTP kira-kira 1.5 s/d 2 cm




Langkah 2 : Buka lilitan kabel sesuai urutan warna standard (Straight atau Cross)

Langkah 3 : Susun kabel dan rapatkan berdasarkan urutan standar, kemudian dipotong hingga menyisakan kira-kira 1 cm

Langkah 4 : Masukkan kabel yang sudah lurus dan sejajar ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua posisinya sudah benar.



Langkah 5 : Lakukan krimping dan tekan hingga semua pin ( kuningan) pada konektor RJ-45 sudah mengigit pada tiap kabel. 






Langkah 6 : Chek kabel dengan LAN Tester. Caranya masukan ujung kabel ( konektor RJ-45) ke masing-masing port yang tersedia pada LAN Tester. Pastikan semua lampu LED menyala sesuai urutan kabel yang dibuat.



Sekian informasi tentang pembuatan kabel straight dan Cross, semoga bermanfaat.

Tuesday, January 14, 2020

Konfigurasi DNS dan Web Server dengan Packet Tracer Student




DNS (Domain Name Server) adalah suatu bentuk database yang terdistribusi, dimana pengelolaan secara lokal terhadap suatu data akan segera diteruskan ke seluruh jaringan (internet) dengan menggunakan skema client-server. Suatu program yang dinamakan name server, mengandung semua segmen informasi dari database dan juga merupakan resolver bagi client-client yang berhubungan ataupun menggunakannya.

Cara Kerja DNS Server 
DNS bekerja dengan  konsep client server, sebuah computer yang menjalankan fungsi server disebut DNS atau name server dan computer lain meminta penerjemahan hostname ke ip address disebut sebagai client DNS. DNS juga merupakan system database yang terdistribusi, sehingga memungkinkan setiap bagian dari database dikelola secara terpisah




Configurasi DNS Server (Awal)



Configurasi DNS Server (Lanjutan)



Proses Pengujian DNS Server



Kesimpulan

  1. DHCP server, membantu para administrator jaringan untuk memberikan IP address secara dinamis kepada komputer-komputer client yang terhubung. Dengan catatan, komputer server tidak boleh down.
  2. Pada konfigurasi DHCP server dapat dilakukan pengaturan sekaligus mengenai range IP yang dapat diberikan kepada komputer client, DNS, default gateway serta subnet masknya.
  3. Karena range IP yang dimiliki DHCP server terbatas, maka terdapat periode waktu yang disebut leased period. Client dapat memperbarui permintaannya jika masih membutuhkan IP address. Jika client tidak memperbarui permintaanya, maka IP address dikembalikan kepada DHCP server dan diberikan kepada komputer IP yang membutuhkan.
  4. DHCP Relay Agent ialah mendistribusikan atau membagikan IP yang sudah berbeda jaringan atau DHCP Server dan DHCP Client berada pada jarak yang berjauhan. DHCP biasanya hanya bisa mendistribusikan IP didalam 1 network saja, untuk menggunakan DHCP Relay Agent pastikan DHCP Server bisa berkomunikasi dengan default-gateway dari DHCP Client.

    Mengetahuai Kerusakan Pada Hardware Komputer

    Kerusan pada hardware komputer atau lapotop sangat menggangu. Apalagi  di saat bersamaan komputer lagi dibutuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan yang mendesak. Untuk itu perlu kira nya kita mengetahui beberapa kerusakan pada laptop atau pun komputer. Jenis kerusakan pada komputer atau laptop dapat dikategorikan menjadi tiga macam, antara lain :


    1. Kerusakan yang bersifat temporari : Terjadi dalam frekuesni tidak sering atau kadang-kadang. Sebagai contoh komputer tiba-tiba hang sendiri, 
    2. Kerusakan sedang : Komponen komputer sering mengalami error atau tidak dapat bekerja sebgaimana mestinya. Sebagai contoh tombol keyboard yang sering macet, mouse tidak berfungsi atau tidak responsive sesuai fungsinya. Fan pendingin sering mati yang dapat diidentifikasi dengan suhu komputer sering panas.
    3. Kerusakan Total : Koponen dari hardware komputer tidak berfungsi sama sekali. Sebagai contoh Powoer suplay tidak hidup, monitor tidak dapat hidup, dan wireless card tidak dapat mengangkap sinyal radio.

    Monday, November 18, 2019

    Panduan Penggunakan Gmapel Versi 4.1b Rapor K13 2020


    Gmapel Versi 4.1b
    Aplikasi Gmapel Versi 4.1b merupakan pengembangan aplikasi Gmapel sebelumnya yaitu Aplikasi Gmapel Versi 4.1a. Di mana ada beberapa perubahan khusus nya di kelas X karena menyesuiakan dengan PANDUAN PENILAIAN SMK K13 Revisi 2019. Salah satu perubahan penilaian nya adalah nilai akhir Rapor dimana penilaian Akhir di ambil dari 30 % nilai Pengetahuan dan 70 % nilai Keterampilan. Atas dasar itu Aplikasi Gmapel Versi 4.1a revisi dan muncul versi 4.1b. Namun terkhusus untuk kelas XI dan XII tetap menggunakan PANDUAN PENILAIAN SMK K13 K13 Revisi 2018.

    Berikut ini tata cara penggunaan aplikasi Gmapel Versi 4.1b :

    Download Aplikasi Melalui Link di bawah ini   

    Link1  : Download

    1. Setelah di download, klik kanan pilih open atau double klik pada aplikasi
      doble klik pada aplikasi
    2.  Aktifkan Macro/Enable Content agar aplikasi Gmapel 4.1b dapat digunakan

    3. Klik Tombol Enabel Content
    4. Kemudian klik continue pada box warning yang tampil

    5. Klik Continue
    6. Setelah Aplikasi Gmapel sudah aktif, silahkan pilih nama guru, kemudian pilih nama walas jika bapak/ibu sebagai walas, kemudian lanjutkan dengan  isi Nama kelasnya
    7. Tampilan nama guru, walas, dan kelas yang sudah diisi

    8. Isi nilai tiap-tiap kelas dengan klik salah satu kelas
    9. Isi nilai di kolom Pengetahuan, minimal 2 kolom nilai pengetahuan terisi, lanjut dengan mengisi Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semseter (PAS), kemudian dilanjutkan di kolom Keterampilan. Sebagai catatan, Jika Penginputan Nilai Pengetahaun/Keterampilan ada yang sama dan untuk menghindari troble/kesalahan, silahkan di tambah ( , atau . ) dibelakang koma agar nilai tetap dapat di inputkan walaupun angkanya sama
    10. Proses Input Nilai
    11. Isi semua nilai setiap siswa dan tidak boleh kosong
    12. Klik Tombol menu sebelah kanan untuk kembali ke menu awal
    13. Khusus bagi Bapak/Ibu yang mengajar kelas XI dan XII, agar dapat mengisi KD yang akan digunakan untuk deskripsi rapor setiap mapel
    14. Pengisian KD Pengetahuan dan Keterampilan

    15. Jika Bapak/Ibu sebagai walas, silahkan pilih/klik menu walas
    16. Pilih kls yang akan di isi
    17. Tampilan Input Walas

    18. Untuk Wali kelas X yang wajib di isi adalah : Nilai Ekstakulikuler, Absen, Deskripsi meliputi (Integritas, Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong), dan catatan Pengembangan Karakter. Khusus catatan Pengembangan Karakter di isi langsung dengan cara di ketik oleh setiap walikelas X
    19. Catatan Walas X
      Untuk Catatan Pengembangan Karakter di isi dengan cara ketik langsung oleh Wali kelas masing-masing
      Lanjutan Catatan Walas X
    20. Untuk Wali kelas XI dan XII yang perlu di isi adalah : Penilaian Sikap, Paraktek Kerja Lapangan (PKL) untuk kelas XI, Absensi, dan Catatan Wali Kelas. Khusus catatan wali kelas di isi langsung oleh walikelas XI maupun walikelas XII dengan cara di ketik setiap siswa
    21. Jangan lupa di SAVE atau disimpan

      Demikian Panduan Penggunaan Aplikasi Gmpel Versi 4.1b Rapor K13 Revisi 2019, semoga bermanfaat. Info lebih lanjut silahkan komentar dibawah ini atau cp wa : 085227567874

      Link Download Aplikasi Gmapel Versi 4.1b :
      http://smkpgri-pekanbaru.sch.id/download.html 

    Wednesday, February 27, 2019

    FLUTTER (2)

    Untuk bisa membuat project flutter anda harus mempersiapkan keperluannya, sama seperti pemrograman lainnya baik di dalam lingkungan windows, linux maupun mac komponen yang harus ada dalam bahasa pemrograman adalah : 
    1. Running Time Enveronment(Tempat diamana kode program kita di eksekusi), 
    2. Toolkit (Bahan untuk pembangunan suatu program yaitu seperti text editor dan library-library yang di perlukan).

    Flutter Setting



    Hal yang perlu di siapkan dalam untuk flutter :

    Berbeda dengan para pendahulu seperti java dalam pengembangan aplikasi android, selain memerlukan Android SDK dan Java SDK dari java sun, tentu saja kita juga perlu Flutter Software Development Kit yang dimana kebutuhan seperti mesin render, widget-widget sudah di satukan dalam paket ini. 

      • Java 8 (rekomendasi)
      • Android SDK 
      • Java SDK
      • Flutter SDK
    Install flutter dalam lingkungan windows.
    1. Android sdk
      • Extract android sdk
      • Letakkan dimana anda inginkan yang pasti di tempat yang aman dan khusus untuk kebutuhan program seperti di C:/android/sdk
    2. Java sdk
      • Extract
      • Eksekusi file setup .exe yang sudah di sediakan
      • Lakukan prosses installasi seperti biasa
      • Pilih lokasi installasi (di ingat)
    3. Flutter SDK
      • Extract
      • Letakkan dimana saja contohnya C://android/flutter
    4. Setting Up
      • Pastikan java sdk sudah terinstall dengan baik dengan menjalankan perintah “java” di CMD.
      • Setting Variabel Environment untuk flutter dengan cara masuk ke settingan variabel environment pada windows bisa di cari di menu pencarian windows.
        • Pada kolom path masukkan alamat directory dimana flutter sdk berada seperti di atas C:/android/flutter
        • Kemudian buka terminal dan jalankan pertintah “flutter”
        • Jika tidak terjadi error maka flutter berhasil terinstall dan kita siap masuk ke proses selanjutnya.
      • Untuk android sdk bisa di biarkan saja, kita akan mengaturnya pada settingan flutter sdk dan java sdk
      • Setting android sdk untuk flutter sdk dengan cara
      • Jalankan perintah “fluttet doctor” jika semuanya tercentang maka laptop anda siap untuk di gunakan
    Install flutter dalam lingkungan Linux
    1. sama seperti settingan pada lingkungan windows jadi ikuti saja dari langkah 1-3 hanya saja penempatan directorynya disesuaikan.
    2. Setting Up
      • Pastikan java terinstall dengan baik dengan cara menjalankan perintah “java” pada terminal linux anda
      • Setting variabel inveronment flutter pada linux dengan cara menambahkan folder flutter sdk di /etc/environment.
      • Jalankan perintah flutter doctor --android-licenses
      • Pastikan semua telah selesai dengan menjalankan flutter doctor

    FLUTTER

    Setelah rilisnya bahasa pemrograman Dart yang di kembangkan oleh google pada tahun 2011 kini bahasa tersebut sudah memiliki framework yang bisa digunakan untuk membuat aplikasi moile yaitu untuk android dan ios sekaligus dalam satu waktu. Flutter juga digunakan sebagai framework utama dalam pengembangan aplikasi untuk OS Google Fuchsia.

    Tentang Flutter :
    • Menggunakan Library Grafik Google Skia untuk mesin rendernya, alias tidak menggunakan bawan dari android atau iOS, dan ini yang membuat tampilan di android, iOS, atau desktop tetap sama.
    • Semua UI adalah Widget
    • Rendering Lebih Cepat

    Tidak hanya untuk membuat UI Flutter juga untuk menangani aliran data dan status data yang rumit dengan cara yang elegan dengan model Reactive.

    Dalam acara Google I/O 2018 menyatakan bahwa sekarang sudah menyediakan dokumentasi yang lengkap di flutter.io dan anda bisa langsung belajar framework ini dari dokumentasi tersebut atau bisa mengambil courses di udacity atau tempat courses lainnya seperti di https://codelabs.developers.google.com/codelabs/flutter/#0 Flutter di tulis menggunakan bahasa pemrograman Dart adalah berita baik bagi programmer karena dengan framework ini anda bisa membangun aplikasi untuk android dan ios sekaligus, dan ini akan membuat produk anda akan lebih cepat untuk di pasarkan.

    Selain itu, telah di tambahkan plugin baru dengan fitur lengkap untuk Remote Config, Cloud Firestore, dan Performance Monitoring. Untuk ikhtisar dukungan Firebase, silakan lihat halaman FlutterFire .

    Seperti yang disebutkan pengumuman I / O , Flutter adalah toolkit kelas-satu untuk Material, yang berarti tim Material dan Flutter telah bekerja sama untuk memberikan lebih banyak dukungan untuk Desain Material, untuk lebih jelasnya anda bisa membaca nya di https://flutter.io/widgets/material/ .

    Jika anda ingin membuat aplikasi pertama anda menggunakan framework ini anda bisa menggukan IDE Android Studio atau IntelIJ, para pengembang Flutter sudah menyediakan plugin untuk kedua IDE ini namun jika anda ingin menulis kode flutter menggunakan tools lain itu tidak masalah.


    Agar tidak ketinggalan berita mengenai pengembangan flutter anda bisa membaca pada halaman medium Flutter

    Flutter di buat menggunakan bahasa pemrograman dart yang diamana jika anda ingin mempelajari pembuatan aplikasi menggunakan ini anda tentu harus menguasai bahasa pemrograman dart terlebih dahulu, namun tidak menutup kemungkinan untuk anda yang sudah mempelajari bahasa pemrogrman lainnya karena konsep pemrograman tidak jauh berbeda tergantung paradigma pemrograman yang anda pelajari sebelumnya.

    Monday, April 23, 2018

    Konfigurasi DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) dengan Packet Tracer Student


    DHCP server (Dynamic Host Configuration Protocol) configurasi protocol (IP address) disediakan oleh server untuk diberikan ke client yang meminta / request IP. (IP address) yang diberikan, ditentukan oleh server pemberian jatah IP bisa dalam hitungan menit, jam, hari dan bulan, juga disertai dengan netmask, gateway dan DNS server, itu semua tergantung dari pengaturan di servernya

    Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/client server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasikan alamat dalam satu jaringan. DHCP dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu : DHCP Server, DHCP Client, dan DHCP Relay.
    1. DHCP Server (Dynamic Host Configuration Protocol) configurasi protocol (IP address) disediakan oleh server untuk diberikan ke client yang meminta / request IP. (IP address) yang diberikan, ditentukan oleh server pemberian jatah IP bisa dalam hitungan menit, jam, hari dan bulan, juga disertai dengan netmask, gateway dan dns server, itu semua tergantung dari pengaturan di servernya.

       
    2. DHCP Client (Dynamic Host Configuration Protocol) protocol (ip address) dilakukan di client, apakah mode static atau dynamic, dhcp client meminta server untuk memberikan ip, sebelum client mendapatkan ip dynamic, client terlebih dahulu merequest ke server yang ada pada jaringan tersebut, dan server melakukan pemeriksaan terhadap client yang meminta ip dynamic, jika sesuai dan diperbolehkan maka server baru mengirimkan ip ke client.
    3. DHCP Relay adalah sebuah proxy yang meneruskan paket DHCP antara client dengan server saat client dan server tidak berada pada satu subnet. Penerusan IP oleh DHCP Relay agent terpisah dari forwarding normal sebuah router IP, dimana datagram jaringan dipecah antara network secara sedikit transparan. Jadi DHCP Relay ini berfungsi untuk meneruskan service dari DHCP Server menuju ke client. DHCP Relay ini kita bisa melakukan beberapa hal yaitu : 
      • Memberikan IP otomatis dari DHCP Server ke Client dengan Network/subnet yang berbeda
      • Memberikan Service atau layanan DHCP Server ke beberapa Client yang berbeda network atau berbeda jaringan dengan hanya menggunakan 1 DHCP Server
      • Memberikan IP otomatis ke Client yang berbeda network dengan DHCP Server

      • Konfigurasi IP Server

      • Konfigurasi DHCP Server
      • Konfigurasi DHCP Client
      • Pengujian DHCP Client
      • Konfigurasi DHCP Relay (Desaign)
      • Konfigurasi DHCP Relay (Router fa0/0)
      • Konfigurasi DHC Relay (Router fa0/1)
      • Tampilan Router seterlah dikonfigurasi
      • Konfigurasi DHCP Server for Relay
      • Konfigurasi DHCP Relay pada Router


      Sekian informasi tentang Konfigurasi DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) dengan Packet Tracer Student, semoga bermanfaat.