Monday, February 24, 2020

Mengenal Fungsi RAM dan ROM, Kenali Cara Kerjanya

RAM dan ROM merupakan sistem memori di komputer hingga smartphone. Keduanya memiliki fungsi RAM dan ROM yang berbeda-beda, begitu juga dengan cara kerjanya. Meski berstatus sama sebagai penyimpanan data.
RAM merupakan sistem memori yang mampu mencadangkan semua data dalam jangka waktu tertentu. RAM dapat menyimpan data tanpa harus menggunakan daya lantaran terhubung dengan program sistem komputer.
Sedangkan fungsi ROM memiliki kemampuan untuk menyimpan data secara permanen. Apabila sumber daya mati, maka ROM tidak akan kehilangan datanya, lantaran dijalankan dan ditopang oleh baterai kecil yang terpasang pada komputer.
Fungsi ROM yang utama adalah untuk input dan output data serta memegang kendali atas program perangkat lunak. Biasanya ROM berbentuk chip yang terletak di motherboard dan papan sirkuit. Tujuannya untuk mengatur input dan output dari sistem menajemen data dasar serta membaca dan menullis ke perangkat.

Mengenal RAM dan ROM

Sebelum jauh membahas fungsi RAM dan ROM, penting untuk mengenal terlebih dahulu apa itu RAM dan ROM. Random Access Memory (RAM) merupakan suatu hardware di dalam perangkat gadget seperti komputer, laptop, dan smartphone.
RAM berfungsi sebagai tempat penyimpanan data sementara (memori) serta berbagai instruksi program dan hanya bekerja saat perangkat tersebut hidup atau beroperasi. Hal ini dimaksudkan bahwa, saat perangkat elektronik yang dijalankan oleh suatu aplikasi program akan menggunakan RAM untuk menempatkan data sementara.
Kapasitas RAM di dalam suatu perangkat sangat berpengaruh pada tingkat kecepatan proses data di perangkat tersebut. Sehingga kegiatan yang dilakukan pada perangkat seperti proses penyimpanan data, membuka data, dan menjalankan program akan semakin cepat sesuai besarnya RAM komputer tersebut.
Sedangkan Read Only Memory (ROM) adalah jenis memori atau tempat penyimpanan data di dalam perangkat komputer yang sifatnya permanen sehingga tidak mudah berubah atau hilang meskipun komputer tiba-tiba mati.
ROM tidak termasuk dalam kelompok perangkat keras komputer yang berupa chip memori semi konduktor yang mana isinya hanya bisa dibaca saja, bahkan untuk menyimpan data pada ROM dapat dibilang tidak mudah. Biasanya ROM berisikan program-program yang default dari pabrik sehingga ROM ini digunakan untuk menyimpan firmware.

Fungsi RAM dan ROM pada Perangkat Gadget
Membaca Data
Secara garis besar, fungsi RAM untuk membaca serta menyimpan data. Semua data serta informasi yang disimpan di dalam harddisk dapat dibuka dengan lebih cepat disebabkan peran dari RAM komputer.
Kamu bisa membandingkan kecepatan loading membuka file atau juga program saat pertama kali diakses dengan saat file atau program tersebut telah dibuka sebelumnya. Saat program atau file dibuka, maka data dibaca dan disimpan dalam RAM sementara sehingga akan lebih cepat dibuka kembali pada saat komputer belum dimatikan.
Penyimpanan Sementara
Fungsi RAM lainnya sebagai tempat penyimpanan data sementara saat program di dalam komputer itu sedang dijalankan. Jadi, pada saat kamu mengerjakan seseuatu di perangkat komputer, maka komputer akan menyimpan data sementara.
Namun, data tersebut harus disimpan secara permanen untuk mencegah terjadinya kerusakan atau juga kehilangan karena hal-hal yang tidak terduga.

Fungi ROM pada Perangkat Gadget

Fungsi ROM berguna untuk menyiman firmware berupa perangkat lunak atau juga yang sering disebut software. Perangkatlunak yang biasa mengisi ROM ini misalnya yang berhubungan dengan perangkat keras seperti ROM Basic Input Output System (BIOS).
BIOS akan menyala secara otomatis pada saat komputer dinyalakan tanpa perlu mengaktifkan media penyimpanan layaknya pada sistem memori yang lain seperti halnya RAM. Sehingga dalam hak kecepatan akses, media ROM ini juga lebih cepat daripada media penyimpanan lain.
Pada perangkat komputer modern, BIOS ini disimpan dalam sebuah chip ROM yang mana secara elektrik dapat ditulis ulang atau dinamakan flash ROM.

Jenis-jenis RAM
Dynamic RAM (DRAM)
Dynamic RAM merupakan jenis-jenis RAM yang disegarkan atau refresh oleh Central Processing Unit (CPU) secara berkala agar data yang ada di dalamnya tidak hilang.
Keuntungan dari D RAM ini adalah kesederhanaan structural karena hanya membutuhkan satu transistor dan kapasitor yang diperlukan per bit, dibandingkan dengan empat buah transistor S RAM.
SD RAM
Sychronous Dynamic Random Access Memor atau SDRAM merupakan RAM lanjutan dari DRAM. Namun jenis-jenis RAM ini telah mengalami sinkronisasi oleh clock sistem. Umumnya, SDRAM lebih cepat dibandingkan DRAM.
Kecepatan RAM ini bisa mencapai 100 hingga 133 MHz. Ciri-ciri dari SD RAM sendiri adalah terdapat dua celah pada bagian kakinya dan diletakkan pada slot DIMM/SD RAM di motherhood, serta mampu menampung memori hingga 1 GB.
DDR RAM
Double Rate Random Access Memory atau DDR RAM merupakan jenis-jenis RAM dengan teknologi lanjutan dari SD RAM. RAM ini mampu menjalankan dua instruksi sekaligus dalam satuan waktu yang sama. Jenis RAM ini mempunyai kapasitas 184 pin dan mengonsumsi daya listrik yang lebih rendah.
DDR RAM ini juga memiliki generasi terbaru, yaitu DDR2 dan DDR3 dan DDR4 merupakan pengembangan dari DDR RAM. Jenis RAM ini banyak digunakan pada laptop guna untuk menghemat daya listrik dan lebih maksimal dengan kecepatan tinggi. Untuk kapasitas memori jenis ini pun cukup besar hingga 16 GB per chipnya.
RD RAM
Rambus Dynamic Random Access Memory atau RDR RAM proses kerjanya lebih cepat dan umumnya lebih mahal dari SD RAM. Jenis SD RAM ini digunakan pada perangkat komputer yang menggunakan Pentium 4 dengan slot memori mencapai 184 pin.
Jenis-jenis RAM ini menggunakan slot RIMM yang sama dengan SD RAM. Merupakan sebuah teknologi chip dinamis besutan Rambus, Inc ini mempunyai lisensi khusus untuk teknologi semi konduktor yang memproduksi chip.
S RAM
Static Random Access Memory atau S RAM ini merupakan jenis-jenis RAM yang dapat menyimpan data di dalamnya tanpa harus ada penyegaran atau refresh dari CPU. Jenis RAM ini memiliki proses kerja yang lebih cepat dari D RAM dan SD RAM.
Memiliki desain cluster enam transistor yang berguna untuk menyimpan setiap bit informasi. Desain inilah yang membuat S RAM lebih mahal dan lebih cepat. Secara fisik chip, biaya pemanufakturan chip pun kira-kira 30 kali lebih besar dari D RAM. Namun sayangnya, S RAM memiliki kekurangan yaitu biaya produksi yang malah.
Hal ini membuat persediaannya hanya dalam kapasitas kecil dan dipergunakan untuk bagian yang benar-benar penting saja.
EDO RAM
Extended Data Out Random Access Memory atau EDO RAM merupakan jenis-jenis RAM yang digunakan pada perangkat dengan OS Pentium dan cocok dipasang pada komputer dengan bus mencapai 66 MHz. Jenis memori ini dapat melakukan proses penyimpanan dan mengambil data dalam waktu bersamaan.
Jenis memori ini banyak digunakan untuk menggantikan primary memori yang ada pada komputer terdahulu yakni FPM RAM. Karena bisa menyimpan dan membaca secara bersamaan, maka kecepatan baca tulis pada EDO RAM bisa lebih cepat juga.
NV RAM
Non Volatile Random Access Memory atau NV RAM merupakan jenis memori komputer dengan akses acak yang biasanya digunakan untuk menyimpan konfigurasi yang dilakukan oleh firmware seperti EFI, BIOS, atau firmware-firmware lainnya pada perangkat embedded misalnya router.
Pada umumnya NV RAM dirancang dengan manufaktur CMOS agar daya yang dibutuhkan juga kecil. Untuk menghidupkannya agar data yang disimpan tidak hilang, maka NV RAM menggunakan baterai Litium dengan CR-2032. Data yang tersimpan pada memori ini pun tidak akan hilang walaupun daya dimatikan.

Jenis-jenis ROM
Stock ROM
Ini merupakan jenis ROM yang merupakan bawaan dari sistem operasi (dalam bentuk default) serta juga belum mendapatkan modifikasi.
Stock ROM ini berisi fungsi sebagai tampilan yang masih standar pabrik serta belum banyak mengalami perubahan dari pengembang. Biasanya jenis ROM ini ditemukan pada perangkat Apple IOS serta Palm’s WebOS.
Custom ROM
Untuk jenis ROM satu ini sangat cocok untuk menyimpan data-data penting perusahaan disebabkan karna sifatnya yang dapat di customisasi atau juga dimodifikasi sendiri. Custom ROM ini memang sering digunakan oleh pengembang independen yang hobby didalam mengotak-atik perangkat komputer.
Custom ROM ini dikembangkan dengan secara langsung dari Google beserta OS yang dimilikinya yang juga banyak dijiumpai pada perangkat Android.
Manufacturer atau Carrier Stock ROM
Jenis yang ketiga ini dapat juga disebut dengan sebutan Carrier Stock ROM yang mana sudah mendapatkan perubahan dari pabrik atau juga operator jaringan.
Perubahan pada ROM seperti ini bertujuan untuk dapat memberikan penambahan custom pada aplikasi. Sehingga jenis ROM ini jarang ditemukan pada perangkat PC, serta  sebaliknya lebih sering diaplikasikan pada perangkat Android.

Cara Kerja ROM

Prinsip kerja ROM di dalam perangkat komputer ini sebenarnya sangat sederhana. Pemilik perangkat komputer akan memasukkan data-data yang umumnya berupa software default pabrik ke dalam chip ROM.
Selanjutnya data di dalam ROM akan disimpan secara permanen serta tidak dapat dihapus menjadi output device. Perlu untuk diketahui bahwa kamu tidak dapat mengotak-atik isi pada ROM serta ROMini hanya bisa diisi sekali saja selama digunakan.

Sumber : https://m.liputan6.com/hot/read/4182085/mengenal-fungsi-ram-dan-rom-kenali-cara-kerjanya?utm_source=Mobile&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=Share_Hanging

Wednesday, February 12, 2020

Fiber Optik (Optical Fiber)


Kabel Fiber Optik

Fiber Optik (Optical Fiber) Saat ini, Kabel Fiber Optik banyak digunakan oleh para penyedia layanan internet dan telekomunikasi untuk mengirimkan gambar, pesan suara dan data. Komunikasi dengan menggunakan Kabel Fiber optik ini pada dasarnya merupakan teknik transmisi data dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan pulsa cahaya. Kabel yang terbuat dari plastik ataupun kaca ini dapat mentransmisikan data secara cepat dan efektif apabila dibandingkan dengan kabel tembaga pada umumnya. Kabel-kabel Fiber Optik atau Serat Optik ini telah memainkan peranan penting dalam industri telekomunikasi terutama dalam hal transmisi data dan diprediksikan akan menggantikan kabel tembaga sebagai media transmisi utama di kemudian hari.

Apa itu fiber optik? Fiber Optik adalah suatu jenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus, dan digunakan sebagai media transmisi karena dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu lokasi ke lokasi lainnya dengan kecepatan tinggi.

Ukuran fiber optik ini sangat kecil dan halus (diameternya hanya 120 mikrometer), bahkan lebih kecil dari helaian rambut manusia. Komponen jaringan ini memiliki kecepatan transmisi yang tinggi dengan menggunakan pembiasan cahaya sebagai prinsip kerjanya. Sumber cahaya yang digunakan untuk proses transmisi adalah laser atau LED.

Fiber optik  atau serat optik menjadi salah satu komponen yang cukup populer dalam dunia telekomunikasi belakangan ini. Pasalnya, kabel jaringan tersebut memiliki kecepatan akses yang tinggi sehingga banyak digunakan sebagai saluran komunikasi.

Bagian-bagian Kabel Fiber Optik 

Kabel Fiber Optik pada dasarnya terdiri dari beberapa bagian utama yaitu :

1. Core (inti) – Core adalah bagian yang mentransmisikan cahaya yang terbuat dari kaca ataupun plastik. Semakin besar Core atau intinya ini, semakin banyak cahaya yang dapat ditransmisikan ke dalam fiber


2. Cladding – Bagian Optik luar yang mengelilingi Core (inti) yang memantulkan gelombang cahaya kembali ke Inti

3. Coating (Pelapisan) – Pelapisan biasanya berlapis-lapis plastik yang diaplikasikan untuk menjaga kekuatan serat, menyerap goncangan dan memberikan perlindungan ekstra terhadap Fiber. Lapisan penyangga ini tersedia dari 250 mikron hingga 900 mikron yang berfungsi untuk melindungi fiber dari kerusakan dan kelembaban.

4Outer Jacket (Jaket Luar) – Ratusan hingga ribuan serat/fiber optik yang disusun dan di bundle dalam sebuah kabel fiber optik dilindungi oleh pembungkus luar kabel yang biasanya disebut dengan outer jacket.



Bagian-bagian Kabel Fiber Optik 
Kabel Fiber Optik pada dasarnya terdiri dari beberapa bagian utama yaitu :

1Fiber Optik Single Mode

Kabel fiber optik single mode yaitu kabel jaringan yang memiliki transmisi tunggal, sehingga hanya bisa menyebarkan cahayanya hanya melalui satu inti dalam suatu waktu. Jenis fiber optik ini memiliki inti berukuran kecil dengan diameter sekitar 9 mikrometer yang digunakan untuk mentransmisikan gelombang cahaya dari sinar inframerah dengan panjang gelombang 1300-1550 nanometer.

2. Fiber Optik Multimode 

Kabel fiber optik multimode merupakan kabel yang dapat mentransmisikan banyak cahayan dalam waktu bersamaan karena memiliki ukuran inti besar yang memiliki diameter sekitar 625 mikrometer. Kabel jenis ini biasanya digunakan untuk keperluan komersial yang pada umumnya diakses banyak orang. Fiber optik ini mengirimkan sinar inframerah yang memiliki panjang 850-1300 nanometer.

Monday, January 27, 2020

Gejala dan Jenis Malware


Infeksi Worm Code Red Awal


A. Jenis Malware

Malware adalah singkatan untuk Malicious Software (Perangkat Lunak Berbahaya). Malware adalah setiap kode komputer yang dapat digunakan untuk mencuri data, melewati kontrol akses, serta menimbulkan bahaya terhadap atau merusak sistem. Di bawah ini adalah beberapa jenis malware yang umum:
Spyware – Malware ini adalah dirancang untuk melacak dan memata-matai pengguna. Spyware sering berisi pelacak aktivitas, pengumpul penekanan tombol, dan pengambilan data. Dalam upaya untuk melewati prosedur keamanan, spyware sering memodifikasi pengaturan keamanan. Spyware sering melekatkan diri pada perangkat lunak yang sah atau dengan Trojan horse.
Adware – Perangkat lunak didukung iklan yang dirancang untuk secara otomatis menampilkan iklan. Adware sering terinstal bersama beberapa versi perangkat lunak. Beberapa adware dirancang hanya untuk menampilkan iklan namun lazim juga ditemukan adware yang disertai spyware.
Bot – Dari kata robot, bot adalah malware yang dirancang untuk secara otomatis melakukan tindakan, biasanya secara online. Meskipun sebagian besar bot tidak berbahaya, yang meningkatkan penggunaan bot berbahaya adalah botnet. Beberapa komputer terinfeksi oleh bot yang diprogram untuk diam menunggu perintah yang diberikan oleh penyerang.
Ransomware – Malware ini dirancang untuk menahan sistem komputer atau data di dalamnya hingga tebusan dibayar. Biasanya ransomware bekerja dengan mengenkripsi data di komputer dengan kunci yang tidak diketahui oleh pengguna. Beberapa versi lain ransomware dapat memanfaatkan kerentanan sistem tertentu untuk mengunci sistem. Ransomware tersebar melalui file yang diunduh atau beberapa kerentanan perangkat lunak.
Scareware – Ini adalah jenis malware yang dirancang untuk memaksa pengguna melakukan tindakan tertentu karena takut. Scareware memalsukan jendela pop-up yang menyerupai jendela dialog sistem operasi. Jendela ini menyampaikan pesan palsu yang menyatakan bahwa sistem berisiko atau perlu menjalankan program tertentu agar kembali beroperasi secara normal. Kenyataannya, tidak ada masalah yang diperiksa atau dideteksi dan jika pengguna setuju dan menghapus program yang disebutkan untuk dijalankan, sistem miliknya akan terinfeksi malware.
Rootkit – Malware ini dirancang untuk mengubah sistem operasi untuk membuat backdoor. Penyerang kemudian menggunakan backdoor tersebut untuk mengakses komputer dari jarak jauh. Sebagian besar rootkit memanfaatkan kerentanan perangkat lunak meningkatkan hak istimewa dan memodifikasi file sistem. Rootkit juga lazim memodifikasi forensik sistem dan alat bantu pemantauan, membuat rootkit sangat sulit dideteksi. Sering, sistem operasi komputer yang terinfeksi rootkit harus dihapus dan diinstal ulang.
Virus - Virus adalah kode berbahaya yang dapat dijalankan yang terlampir pada file lain yang dapat dijalankan, sering kali merupakan program yang sah. Sebagian besar virus memerlukan pengaktifan oleh pengguna akhir dan dapat aktif pada waktu atau tanggal tertentu. Virus dapat tidak berbahaya dan hanya menampilkan gambar namun virus juga dapat bersifat merusak, misalnya virus yang mengubah atau menghapus data. Virus juga dapat diprogram untuk bermutasi untuk menghindari deteksi. Sebagian besar virus kini disebarkan melalui drive USB, disk optik, jaringan bersama, atau email.
Trojan horse - Trojan horse adalah malware yang menjalankan operasi berbahaya dengan menyamar sebagai operasi yang diinginkan. Kode berbahaya ini mengeksploitasi hak istimewa pengguna yang menjalankannya. Sering kali, Trojan horse ditemukan di file gambar, file audio, atau permainan. Trojan horse berbeda dari virus karena melekatkan diri ke file yang tidak dapat dijalankan.
Worms – Worm adalah kode berbahaya yang menggandakan dirinya dengan secara mandiri mengeksploitasi kerentanan dalam jaringan. Worm biasanya memperlambat jaringan. Virus memerlukan program host agar dapat berjalan, namun worm dapat mengaktifkan diri sendiri. Worm hanya memerlukan partisipasi pengguna untuk infeksi awal. Setelah host terinfeksi, worm dapat menyebar dengan sangat cepat melalui jaringan. Worm memiliki pola yang serupa. Semua worm dapat menimbulkan kerentanan, dapat menyebarkan diri, dan semua berisi muatan.
Worm bertanggung jawab atas beberapa serangan paling dahsyat pada Internet. Seperti ditunjukkan pada Gambar 1, pada tahun 2001 worm Code Red telah menginfeksi 658 server. Dalam waktu 19 jam, worm telah menginfeksi lebih dari 300.000 server, seperti ditunjukkan pada Gambar 2.
MitM (Man-In-The-Middle) – MitM memungkinkan penyerang mengambil alih kontrol perangkat tanpa sepengetahuan pengguna. Dengan tingkat akses tersebut, penyerang dapat mencegat dan mengambil informasi pengguna sebelum mengirimkannya ke tujuan yang dimaksud. Serangan MitM secara luas digunakan untuk mencuri informasi keuangan. Banyak malware dan teknik ada untuk memberi penyerang kemampuan MitM.
MitMo (Man-In-The-Mobile) – Variasi dari man-in-middle, MitMo adalah jenis serangan yang digunakan untuk mengendalikan perangkat bergerak. Bila terinfeksi, perangkat bergerak dapat diinstruksikan agar mengungkapkan informasi sensitif pengguna dan mengirimkannya kepada penyerang. ZeuS, contoh eksploitasi dengan kemampuan MitMo, memungkinkan penyerang dengan diam-diam mengambil pesan SMS verifikasi 2 langkah yang dikirim kepada pengguna.

  

B.Gejala Malware

Apa pun jenis malware yang menginfeksi sistem, berikut adalah gejala umum malware:
·         Penggunaan CPU meningkat.
·         Kecepatan komputer menurun.
·         Komputer sering mengalami gangguan atau kerusakan.
·         Kecepatan penelusuran Web menurun.
·         Terjadi masalah yang tidak dapat dijelaskan pada sambungan jaringan.
·         File berubah.
·         File terhapus.
·         Terdapat file, program, atau ikon desktop yang tidak diketahui.
·         Berjalannya proses yang tidak diketahui.
·         Program mati atau terkonfigurasi ulang sendiri.
·         Email dikirim tanpa diketahui atau persetujuan pengguna.


Serangan Konsep dan Teknik dalam Keamanan Cyber




Bab ini berisi cara tenaga profesional keamanan cyber menganalisis apa yang terjadi setelah serangan cyber. Menjelaskan kerentanan perangkat lunak dan perangkat keras keamanan serta berbagai kategori kerentanan keamanan.
Bab ini membahas berbagai jenis perangkat lunak berbahaya (disebut sebagai malware) dan gejala malware. Dibahas juga berbagai cara yang dapat dilakukan penyerang untuk menyusup ke sistem, serta serangan penolakan layanan.
Sebagian besar serangan cyber modern dianggap sebagai serangan kombinasi. Serangan kombinasi menggunakan beberapa teknik untuk memasuki dan menyerang sistem. Bila serangan tidak dapat dicegah, menjadi tugas tenaga profesional keamanan cyber untuk mengurangi dampak serangan tersebut.

Mencari Kerentanan Keamanan
Kerentanan keamanan adalah segala jenis kecacatan perangkat keras atau perangkat lunak. Setelah memperoleh informasi tentang kerentanan, pengguna berbahaya akan mencoba untuk mengeksploitasinya. Sebuah eksploitasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan program yang ditulis untuk memanfaatkan kerentanan yang diketahui. Tindakan penggunaan eksploitasi terhadap kerentanan disebut sebagai serangan. Tujuan serangan adalah untuk memperoleh akses ke sistem, data yang disimpannya, atau ke sumber daya tertentu.
Kerentanan perangkat lunak
Kerentanan perangkat lunak biasanya ditimbulkan oleh kesalahan dalam sistem operasi atau kode aplikasi. Meskipun perusahaan telah melakukan segala upaya untuk menemukan dan menginstal patch pada kerentanan perangkat lunak, lazim bila kerentanan baru ditemukan. Microsoft, Apple, dan produsen sistem operasi lainnya merilis patch dan pembaruan hampir setiap hari. Pembaruan aplikasi juga merupakan hal umum. Aplikasi seperti peramban web, aplikasi perangkat bergerak, dan server web sering diperbarui oleh perusahaan atau organisasi yang bertanggung jawab atasnya.
Pada tahun 2015, kerentanan besar yang disebut SYNful Knock, ditemukan pada Cisco IOS. Kerentanan ini memungkinkan penyerang untuk mengendalikan router tingkat perusahaan, seperti router 1841, 2811, dan 3825 lama Cisco. Penyerang kemudian dapat memantau semua komunikasi jaringan dan mampu menginfeksi perangkat jaringan lainnya. Kerentanan ini masuk ke sistem saat versi IOS yang diubah terinstal di router. Untuk menghindari hal ini, selalu verifikasikan integritas citra IOS yang diunduh dan pastikan peralatan hanya dapat diakses secara fisik oleh personel yang berwenang.
Tujuan pembaruan perangkat lunak adalah agar perangkat lunak tetap baru dan menghindari eksploitasi kerentanan. Beberapa perusahaan membentuk tim pengujian penyusupan yang khusus mencari, menemukan, dan menginstal patch pada kerentanan perangkat lunak sebelum dapat dieksploitasi, namun ada peneliti keamanan pihak ketiga yang juga mengkhususkan diri mencari kerentanan dalam perangkat lunak.
Project Zero milik Google adalah contoh tepat praktik seperti itu. Setelah menemukan sejumlah kerentanan di berbagai perangkat lunak yang digunakan oleh pengguna akhir, Google membentuk tim permanen yang ditugaskan khusus untuk menemukan kerentanan perangkat lunak. Google Security Research dapat dilihat di sini.
Kerentanan perangkat keras
Kerentanan perangkat keras sering kali ditimbulkan oleh kecacatan desain perangkat keras. Memori RAM misalnya, pada dasarnya adalah kapasitor dipasang sangat berdekatan. Ternyata, karena kedekatan tersebut, perubahan konstan yang diterapkan ke salah satu kapasitor dapat mempengaruhi kapasitor di dekatnya. Berdasarkan kecacatan desain itu, sebuah eksploitasi yang disebut Rowhammer dibuat. Dengan berulang kali menimpa memori di alamat yang sama, eksploitasi Rowhammer memungkinkan data diambil dari sel memori alamat terdekat, meskipun sel telah dilindungi.
Kerentanan perangkat keras hanya terjadi pada model perangkat tertentu dan umumnya tidak dieksploitasi melalui upaya penyusupan acak. Meskipun eksploitasi perangkat keras lebih umum terjadi dalam serangan yang sangat bertarget, perlindungan standar dari malware dan keamanan fisik sudah memadai untuk pengguna biasa.

Menentukan Kategori Kerentanan Keamanan

Sebagian besar kerentanan keamanan perangkat lunak termasuk dalam salah satu kategori berikut:
buffer meluap - Kerentanan ini terjadi bila data ditulis melampaui batas buffer. Buffer adalah area memori yang dialokasikan untuk sebuah aplikasi. Dengan mengubah data melampaui batas buffer, aplikasi akan mengakses memori yang dialokasikan untuk proses lainnya. Hal ini dapat memicu kerusakan sistem, kerusakan data, atau meningkatkan hak istimewa.
input tidak divalidasi – Program biasanya bekerja dengan input data. Data yang masuk ke program ini dapat berisi konten berbahaya, yang dirancang untuk memaksa program bertindak dengan cara yang tidak diinginkan. Bayangkan program yang menerima gambar untuk diproses. Pengguna berbahaya dapat membuat file gambar dengan dimensi gambar yang tidak valid. Dimensi yang dibuat dengan niat buruk tersebut dapat memaksa program untuk mengalokasikan buffer dengan ukuran yang salah dan tidak terduga.
Keadaan lomba – Kerentanan ini terjadi bila keluaran peristiwa tergantung pada keluaran yang berurut atau terjadwal. Keadaan lomba menjadi sumber kerentanan bila peristiwa yang berurut atau terjadwal tidak terjadi dalam urutan yang benar atau waktu yang tepat.
Kelemahan Dalam Praktik Keamanan - Sistem dan data sensitif dapat dilindungi melalui teknik seperti otentikasi, otorisasi, dan enkripsi. Pengembang tidak boleh mencoba untuk membuat algoritme keamanan mereka sendiri karena kemungkinan akan menimbulkan kerentanan. Sangat disarankan agar pengembang menggunakan pustaka keamanan yang telah dibuat, diuji, dan diverifikasi.
Masalah kontrol akses – Kontrol akses merupakan proses untuk mengontrol siapa yang boleh melakukan apa dan berkisar dari mengelola akses fisik ke peralatan hingga menentukan siapa yang memiliki akses ke sumber daya, misalnya file, dan apa yang dapat mereka lakukan terhadapnya, misalnya membaca atau mengubah file. Banyak kerentanan keamanan tercipta akibat penggunaan kontrol akses yang tidak tepat.
Hampir semua kontrol akses dan praktik keamanan dapat dilewati jika penyerang memiliki akses fisik ke peralatan target. Misalnya, bagaimana pun Anda menetapkan izin file, sistem operasi tidak dapat mencegah seseorang mengabaikan sistem operasi dan membaca data langsung dari disk. Untuk melindungi mesin dan data di dalamnya, akses fisik harus dibatasi dan teknik enkripsi harus digunakan untuk melindungi data agar tidak dicuri atau dirusak.


Istilah dan Konsep dalam Cyber


Ilustrasi Cyber Securty

Keamanan Cyber adalah upaya berkelanjutan untuk melindungi jaringan sistem yang tersambung ke Internet dan untuk melindungi semua data dari penggunaan yang tidak sah atau bahaya

IoT (Internet of Things) adalah jaringan besar benda fisik, termasuk sensor dan peralatan

Komponen segitiga CIA adalah kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan

Metode untuk memastikan kerahasiaan enkripsi data, ID pengguna dan sandi, otentikasi dua faktor, dsb. kerahasiaan disebut juga privasi, yang berarti data hanya dapat diakses oleh staf resmi

Integritasadalah istilah yang menunjukkan keakuratan, konsistensi, dan keandalan data

Metode untuk memastikan integritas adalah izin file, kontrol akses pengguna, kontrol versi, dan checksum

Ketersediaanadalah istilah yang menjelaskan bahwa layanan dan data terawat baik dan dapat diakses setiap saat

Ancaman keamanan internal adalah serangan yang berasal dari dalam organisasi

Ancaman keamanan eksternal adalah serangan yang berasal dari luar organisasi

Penyerang topi putih adalah orang atau organisasi yang menyusup ke jaringan atau sistem komputer untuk menemukan kelemahan dengan maksud meningkatkan keamanan sistem tersebut

Penyerang topi hitamadalah orang atau organisasi yang memanfaatkan kerentanan apa pun untuk keuntungan pribadi, keuangan, atau politik yang ilegal

Penyerang terorganisasi adalah organisasi penjahat cyber, hacktivis, teroris, dan hacker yang didukung negara

Perang cyber adalah konflik berbasis Internet yang melibatkan penyusupan sistem komputer dan jaringan negara lain

Stuxnetadalah program malware yang dirancang untuk merusak pabrik pengayaan nuklir Iran. Program ini adalah contoh serangan yang didukung negara

IMPACT (Kemitraan Multilateral Internasional Melawan Ancaman Cyber) adalah kemitraan global pemerintah, industri, dan akademisi dunia yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan global dalam menghadapi ancaman cyber

Etika adalah kode perilaku yang terkadang, namun tidak selalu, diberlakukan oleh undang-undang

Thursday, January 16, 2020

Membuat Kabel LAN Straight dan CrossOver

Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Kabel straight ini berfungsi sebagai penghubung antara 2 device yang berbeda. Contoh penggunaan kabel straight sebagai berikut :
  • Menghubungkan antara switch dengan router
  • Menghubungkan antara hub dengan router
  • Menghubungkan switch dengan PC/Server
  • Menghungkan hub dengan PC/Server
  • Menghubungkan komputer dengan LAN pada modem kabel/DSL
  • Menghubungkan router dengan LAN pada modem kabel/DSL
  • dll
Sedangkan Kabel CrossOver merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung lainnya. Fungsi dari Kabel cross ini adalah untuk menghubungkan 2 device yang sama. Contoh penggunaan kabel crossover sebagai berikut :
  • Menghubungkan antara switch dengan switch
  • Menghubungkan antara PC/Server dengan PC/Server
  • Menghubungkan antara hub dengan Switch 
  • Menghubungkan antara switch dengan Hub
  • Menghubungkan anrara router dengan router
  • dll
Walaupun jenis kombinasi kabelnya berbeda tapi menggunakan kabel yang sama yaitu kabel UTP. Kabel UTP adalah singkatan dari UTP yaitu Unshielded Twisted Pair. Kabel UTP terbuat dari bahan pengantar tembaga, mempunyai isolasi dari plastik dan terbungkus dari bahan isolasi yang dapat melindungi dari api dan juga kerusakan fisik. Kabel UTP terdiri dari 4 pasang inti kabel yang saling bergabung dimana masing – masing pasang mempunyai kode dengan warna yang berbeda.

contoh kebel UTP

Urutan warna kabel straight itu sama  di setiap kedua ujung kabel itu memiliki warna yang sama baik itu ujung a atau ujung b, yaitu :

1. Putih orange
2. Orange
3. Putih hijau 
4. Biru
5. Putih biru
6. Hijau
7. Putih coklat
8. coklat

Urutan warna kabel cross
Ujung pertama pada kabel cross memiliki warna yang sama dengan urutan kabel straight.

Ujung A pada  kabel Straight, yaitu :

1. Putih orange
2. Orange
3. Putih hijau 
4. Biru
5. Putih biru
6. Hijau
7. Putih coklat
8. coklat

Ujung B pada kabel cross

1. Putih hijau 
2. Hijau
3. Putih orange
4. Biru
5. Putih Biru
6. Orange
7. Putih coklat
8. Coklat

Langkah-langkah membuat kabel Straight dan CrossOver

Untuk menghubungkan sebuah jaringan komputer pasti membutuhkan kabel. Terdapat 2 jenis kabel yang sering digunakan yakni kabel straight dan cross. Perbedaan dari kedua kabel ini hanya berada pada susunan warnya. Berikut ini langkah-langkah membuat kabel straight dan crossover :

Peralatan yang dibutuhkan 
  • Tang Krimping
  • Konektero RJ45 
  • LAN Tester
  • Kabel UTP
Langkah 1 : Kupas UTP kira-kira 1.5 s/d 2 cm




Langkah 2 : Buka lilitan kabel sesuai urutan warna standard (Straight atau Cross)

Langkah 3 : Susun kabel dan rapatkan berdasarkan urutan standar, kemudian dipotong hingga menyisakan kira-kira 1 cm

Langkah 4 : Masukkan kabel yang sudah lurus dan sejajar ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua posisinya sudah benar.



Langkah 5 : Lakukan krimping dan tekan hingga semua pin ( kuningan) pada konektor RJ-45 sudah mengigit pada tiap kabel. 






Langkah 6 : Chek kabel dengan LAN Tester. Caranya masukan ujung kabel ( konektor RJ-45) ke masing-masing port yang tersedia pada LAN Tester. Pastikan semua lampu LED menyala sesuai urutan kabel yang dibuat.



Sekian informasi tentang pembuatan kabel straight dan Cross, semoga bermanfaat.